Perjalanan Menjelajah Waktu

Jadi mau ke manakah buku membawaku? Mengunjungi negerimu atau menggunjungi masa lalumu?

.

Awalnya nulis ini buat menuhin tantangan nulis “Perjalanan Membacaku Tahun 2016” yang diadain Bang @benzbara_ ealah ternyata lewat deadline gegara sinyal pergantian tahun lol :”) alasan saja. Tapi, yasudah inilah hasil perjalanan membacaku tahun 2016. Ditulis yang ngena aja (yang diinget ding wkwk)

.

Perjalanan dimulai jauh dari zaman Yunani Kuno di saat Plato dan Aristoteles meributkan cermin kehidupan dalam karya sastra (teori mimetik). Karena tugas negara mahasiswa tingkat akhir; cari referensi untuk skripsi, jatuhlah aku pada masa para filsuf itu. Tidak lama menetap aku sudah lari ke zaman yang lebih modern di mana pesawat mulai diciptakan. Dan terdaparlah aku di Gurun Sahara bersama seorang pilot yang pesawatnya mogok, dan Pangeran Cilik yang serba ingin tahu. Baca lebih lanjut

Sayang Untuk Disesalkan

blue-valley

Ada yang bilang untuk mendapatkan satu hari yang longgar kamu bisa memulainya lebih pagi. Untuk banyaknya tugas kantor yang tumpukannya sudah menggunung aku mencoba kiat tersebut, berangkat lebih pagi. Satu jam lebih awal dari biasanya. Siapa tahu kan malam rabuku tidak kelabu karena terjebak bersama layar monitor di kantor. Aku bisa memanfaatkan kelonggaran waktu untuk bersantai ria atau sekadar menambah waktu tidurku. Baca lebih lanjut

Which school would you like to go to, kiddo?

Saya sering membayangkan kelak jika punya anak saya tidak akan mengulangi kesalahan yang orang tua saya perbuat, yakni memaksakan kehendak tanpa melihat sisi kenyamaan anak. Mungkin saya akan mempertimbangkan beberapa hal yang menurut saya tidak menyenangkan agar anak saya nanti tidak merasakan tekanan yang pernah saya rasakan. Namun mungkin suatu saat nanti di masa anak saya lahir hal yang dulu dianggap tekanan oleh saya justru menjadi hal menyenangkan oleh anak saya. Lalu saya harus bagaimana?

Bayangan demikian ini kembali muncul di penghujung hari yang hujan akibat membaca sebuah artikel yang ditulis oleh mas Eka Kurniawan Pertanyaan paling sulit di Jakarta: “Sekolah mana yang Anda pilih untuk anak Anda?” “Haha” tertawa saya dalam hati, penulis hebat pun memiliki sejenis galau yang sama dengan saya (meski masih diangan). Ada kemungkinan bakat menulisnya menular pada saya (plakk).

So, setelah kira mempertimbangkan segala sesuatu menyangkut sekolah (masa depan) anak jangan lupa tanyakan: “Nak, kamu mau sekolah di mana?”

NB: semua orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya

Tulisan-tulisan Eka Kurniawan bisa ditilik di http://ekakurniawan.com/